PENGOPERASIAN MESIN BUBUT CNC PU SINUMERIK 802S
Lathe operation CNC PU Sinumerik 802S


A.PENGENALAN CONTROL MESIN CNC TMC 320 (SIEMENS / SINUMERIK 802S )
Identification control menchene cnc tmc 320 (Siemens / Sinumerik 802 S / 802 C )

KOORDINAT MESIN / Koordinat Mechine

B. LANGKAH-LANGKAH MENGOPERASIKAN MESIN CNC TMC 320:
Step by step operates Mechine CNC TMC 320:

1. SWITCH ON
Tujuan ( Aim )
Memasukkan arus listrik ke mesin ( Put into electricity current to Mechine )
Cara ( Manner )
Memutar kekanan SWITCH ON/OF yang berada dikanan mesin lalu baru menekan ON pada
CONTROL SIEMENS 802 S
( Twist tern lefht switch on/of that present to lefht mechine then new depress ON in Control Siemens
802 S )

2. REFERENT POINT
Tujuan ( Aim )
Menentukan area kerja yang bisa dijangkau oleh mesin
( Determine area work that can be reached by machine )
Mengkalibrasi/menentukan titik X0 dan Z0 mesin
( Calibrate / determine points X0 and Z0 mechine )

Cara ( Manner )
Mereferent point sumbu X
( Make referent point axis X )
Posisikan pada mode REF POINT lalu tekan sumbu X+ sampai gerakan tool post berhenti sendiri, dan muncul tanda .karena jika penekanan sumbu X+ tidak sampai TOOL POST BERHENTI akan muncul ALARM dan tidak bisa digerakkan lagi. Untuk menghilangkan ALARM tekan RESET/ , kemudian lakukan REF POINT lagi.
( Position in fashion ref point then press axis x+ until movement tool post stop self, and
appear sign. because if axis emphasis x+ not until tool post stop appear alarm and
can not moved again. to cause the loss of alarm presses reset / , then do ref point again.)

Mereferent point sumbu Z
( Meke referent point axis Z)

Posisikan pada mode REF POINT lalu tekan sumbu Z+ sampai gerakan tool post berhenti sendiri, dan muncul tanda pada sumbu Z. karena jika penekanan sumbu Z+

tidak sampai TOOL POST BERHENTI akan muncul ALARM dan tidak bisa digerakkan lagi.
( Position in fashion ref point then press axis z+ until movement tool post stop self, and
appear sign in axis z. because if axis emphasis z+ not until tool post stop will appear
alarm an can not be moved again. )

MENU REFERENT POINT

Mereferent SPINDEL
( Meke referent spindel )
Posisikan pada mode JOG lalu putar SPINDEL boleh searah jarum jam atau berlawanan jarum jam dengan menekan SPINDLE RIGHT atau SPINDLE LEFT lalu tekan SPINDLE STOP kemudian tekan mode REF POINT disana akan kita lihat tanda REF POINT SPINDLE / sudah terisi.
( Position in fashion Jog then roll spindel may clockwise or anticlockwise with spindle right
or spindle left then press spindle stop then press fashion ref point there we shall see
sign ref point spindle content. )

3. ZERO OFFSET
Tujuan ( Aim )
Memindahkan titik 0 mesin ke ke titik 0 benda kerja
( Move points 0 Mechine to to points 0 work things / material )

Cara ( Manner )
Langkah ini tidak dilakukan pada mesin tetapi dituliskan pada program pembuka
( This step is not done in mechine but inscribed in opener program )
:

G158 X0 Z (sepanjang benda kerja didepan cekam ( A long work thing in front of grasp ).

4. SETTING TOOL
Tujuan ( Aim )
Memasukkan data tool/pahat yang akan digunakan pada mesin
( Will put tool data that be used in mechine )
Cara ( Manner )
Sentuhkan pahat yang akan kita setting pada benda kerja sesuai dengan pahat yang akan kita
gunakan .
( Touch tool that we shall setting in material as according to tool that we shall use )


PENYENTUHAN PAHAT KANAN ( Touch right conner tool )

□ Tahap pertama(bisa dibalik) ( stage festh( turned )

Kemudian masukkan data DIAMETER BENDA KERJA (cara mengikuti petunjuk
selanjutnya)
( Then insert material diameter data (manner follows instruction furthermore)


 Tahap Kedua / stage scend

Kemudian masukkan data PANJANG BENDA KERJA DARI CEKAM (cara mengikuti
petunjuk selanjutnya)
( Then insert work object length data from grasp (manner follows instruction furthermore)


PENYENTUHAN PAHAT KIRI ( Tough left conner tool )
Satu kali penyentuhan / Once tough

Kemudian masukkan DIAMETER dan PANJANG BENDA KERJA DARI CEKAM
( cara mengikuti petunjuk selanjutny )
( Then insert diameter and work object length from cekam(manner follow instruction furthermore)

PENYENTUHAN PAHAT NETRAL DAN ULIR ( Tough neutral tool and threads )
Satu kali penyentuhan / Once tough

Kemudian masukkan DIAMETER dan PANJANG BENDA KERJA DARI CEKAM
(cara mengikuti petunjuk selanjutnya)
( Then insert diameter and work object length from cekam(manner follow instruction furthermore)

Setelah PENYENTUHAN PAHAT kemudian, ( After tough tool then )

Tekan MENU /  PARAMETER  TOOL CORR
Maka akan muncul DIALOG TOOL seperti beriku .
( Press menu /  parameter  tool corr so will appear dialog tool will like next )

Ubah ( change )
 Tool No (menunjukkan nomor tool post yang digunakan)
( Tool no (show number tool that use)
□ Isi Tool No sesuai dengan tool post yang digunakan.
( Ed contents tool no as according to tool post that used ).
Cara ( Manner )
Tekan SEARCH, isikan Tool Post yang digunakan(lihat nomor tool post pahat) lalu tekan
OK
( Press search, fill in tool post used( number tool post tool ) then press ok.)
.

 CUT EDGE POST/IMAGINARI TOOL POSITION(ITP).
CEP/ITP merupakan kode pahat yang digunakan, sehingga harus kita isi sesuai dengan
pahat yang kita gunakan
Cep / Itp be toolo code that used, so that must we are contents as according to tool whom we use

cara: ( Manner )
Tempatkan KURSOR pada CEP lalu tekan sesuaikan dengan CEP/ITP pahat.
( Place cursor in cep then press correspond to cep/itp tool.)

□ Isikan Panjang dan Diameter benda kerja yang sudah kita pasang pada CEKAM.
( Fill in long and material diameter that we pair in grasp )

Cara / Manner
Pindahkan KURSOR pada LENG 1tekan  tekan GET COM masukkan DIAMETER benda kerja  tekan ENTER/  CALCULATE  OK
( Move cursor in leng 1 press pressget com insert material diameter  press enter/ calculate ok

Pindahkan KURSOR pada LENG 2tekan >  tekan GET COM masukkan
PANJANG BENDA KERJA DARI CEKAM tekan ENTER/ 
CALCULATE  OK
( Move cursor in leng 2 >  press get com insert material length from cekam\ press enter/
calculate  ok
o

GAMBARAN UMUM SETTING PAHAT / Tool setting general description

5. MEMASUKKAN PROGRAM ( Put into program )
Program bisa kita tulis langsung pada mesin, akan tetapi lebih mudah kita mengunakan Software
CNC Simulation CUT VIEWER pada komputer.
( Program can we write direct in mechine, but our easier is use software cnc simulation cut viewer in
computer)

Bagian-bagian program ( Program parts )
1) Program Pembuka ( Opening program )

□ ;STOCK/panjang benda kerja/diameter luar/diameter dalam/titik nol koma nol
( ; Stock/long material / diameter in / diameter outside / zero comma zero
□ Menentukan pahat yang digunakan ( Determine tool that used )
Cara; tekan dengan bersamaan ALT dan T, akan muncul dialog TOOL lalu tentukan
parameter
TOOL yang akan digunakan
( Manner; press with concurrent ALT and T, will appear dialog tool then will determine parameter
tool that be used. )
□ Menentukan Jenis pemograman ( Determine kind pemograman )
G90 = Absolut
G91 = Incremental
□ Menentukan satuan pemakanan/FEED ( Determine unit cutting speed / feed )
G94 = mm/menit
G95 = mm/putaran spindle
□ Menentukan arah putaran spindle ( Determine rotation direction spindle )
M03 = searah jarum jam ( clockwise )
M04 = berlawanan jarum jam ( anticlockwise )

2) Program Utama ( Basic program )
□ Bahasa pemograman dasar / Language pemograman base
G00 gerakan cepat tanpa penyayatan / Whisk without cutt
G01 gerakan dengan penyayatan lurus / Movement with cutting straight
G02 gerakan membentuk FILLET/radius searah jarum jam / Movement forms fillet/radius
clockwise
G03 gerakan membentuk FILLET/radius berlawanan jarum jam / Movement forms fillet/radius
anticlockwise

3)Program Penutup ( Closing program )
G05  Spindel berhenti ( spindle stop )
G500  membatalkan Zero Offset ( concel zero offset )
M30  Program selesai ( program end )

5. TRANSFER PROGRAM KE MESIN ( Transer program to mechine )

a. Pada Mesin ( in mechine )
Tekan MENU/  SERVICE  DATA IN START /(Press menu/ 
service  data in start )


b. Pada Komputer ( In computer )
Tuliskan KODE PEMBUKA MESIN PADA PROGRAM, sebelum program pembuka
dengan benar, kemudian SAVE.
( Write opening code mechine in program, before opening the program truly, then save.)

KODE PEMBUKA MESIN ( Opening code mechine )


%N_NAMA PROGRAM(max 10 karakter)_MPF
;$PATH=/_N_MPF_DIR

 Masuk/tekan program WINPCIN  TEXT FORMAT  SEND DATA pilih nama file yang akan dikirim OPEN File akan terkirim secara otomatis
( Will enter/press program winpcin  text format  send data will choose file name that send  open file will be sent automatically )
 Pada Mesin tekan OK ( In machine press ok )
 Kemudian masuk ke PROGRAM ( MENU/  PROGRAM  OPEN)
( Then go on into the program (menu/  program  open )
 Hapus STOCK, TOOL, COLOR ( Delete stok,tool, color.)
 Tambahkan “/” pada M03 ( Please add “/” in M03 )
 Ganti R dengan CR= ( Change R with CR = )
□ Pastikan G01 yang pertama sudah ada F nya ( Ascertain G01 first there are F it )


4. SIMULASI
 Tekan MENU/  tekan AUTO/  tekan PROG CONTROL pada layar monitor hidupkan SKP, DRY dan ROV (dengan menekan ENTER/ ) KELUAR KE MENU UTAMA
( Press menu/ press auto/  press prog control in sail monitorSwich on
skp, dry and rov (with depress enter/ out to principal menu )

 Masuk ke program yang akan kita eksekusi,cara tekan MENU/  PROGRAM  Pilih File yang akan kita Eksekusi dengan menekan SELECT kemudian buka dengan menekan OPEN tekan >  SIMULATION
( Will step program that we are execution, the way how press menu/ program 
will Choose file that we are execution with will depress select  then will open with will
depress open then press simulation )

 Tekan SINGLE BLOCK(SBL)/ bila menginginkan program disimulasi per BLOK
( Press single block(sbl/ when wish for program simulasition / block )


6 EKSEKUSI
Hidupkan ROV (tekan AUTO/ PROG.CONTROLROV(pilih dengan menggunakann ENTER/ )
Tekan SBL (single block/ program akan dibaca per BLOK program)
( Animate rov (press auto/ prog. control change with enter/ will press sbl (single
block/ program will be read / program block)

Tekan CYCLE START/
Bila dirasa program sudah aman dieksekusi hilangkan SBL dengan menekannya kembali sehingga program akan dieksekusi secara langsung seluruhnya.
( Press cycle start/
when felted program safe been executed to eliminate sbl with depress it to return so that program be
execute directly entire. ) 
http://nanafrmana.blogspot.com/2012/11/mesin-bubut-cnc-dan-cara-pengoperasikan.html

Mesin Freis

Jumat, 14 Juni 2013
Posted by Achmad ma'ruf
 MESIN FREIS
Pengertian
Mesin freis adalah suatu mesin yang digunakan untuk mengerjakan/menyelesaikan suatu benda kerja dengan mempergunakan pisau freis ( cutter ) sebagai pahat penyayat yang berputar pada sumbu mesin.

Mesin freis termasuk salah satu mesin yang gerak utamanya berputar, di mana pahat potong (pisau freis) dipasang pada spindel. Spindel ini dapat berputar serah jarum jam ( clock wise ) atau berlawanan arah jarum jam ( counter clock wise ) disesuaikan dengan arah mata potong dari pisau freis, sedang putarannya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan dengan menggunakan rumus yang telah disediakan.

Umumnya mesin freis digunakan untuk meratakan permukaan, membuat alur, membuat roda gigi, membuat benda kerja yang mempunyai segi banyak beraturan, membuat profil dan bentuk yang tak beraturan dan lain sebagainya.

Prinsip kerja mesin freis adalah alat potong ( cutter ) mempunyai gerak putar, sedangkan benda kerja yang terpasang pada meja mempunyai gerak mendatar, tegak, atau berputar secara lambat (sesuai dengan kecepatan pemakanan).





Bagian-Bagian Mesin Frais





Macam-Macam Mesin Frais



Mesin Frais Horizontal

Mesin ini dibentuk sedemikian rupa sehingga meja kerja dapat digerakkan longitudinal maju mundur, secara manual maupun otomatis. Kedudukan sumbunya (spindel) kearah datar (horizontal).

Mesin frais horizontal, alasnya (base) dari besi tuang kelabu, yang mendukung seluruh komponen dan dibaut fondasi serta berfungsi untuk menampung cairan pendingin yang mengalir ke bawah, dimana di dalam kolom (coulumn) terdapat mesin pompa yang memompa cairan tersebut untuk kemudian disirkualsi lagi ke atas meja (table).

Pada bagian kolom yang mendukung seluruh rangka terdapat kotak roda gigi kecepatan, motor dengan sabuk transmisi. Kolom ini adalah merupakan komponen utama mesin frais yang berbentuk box dimana lengan mesin (overarm) dan spindel tempat memasang poros arbor.





Mesin Frais Vertikal

Sesuai dengan namanya, yang dimaksud vertical sebenarnya adalah poros spindelnya yang dikonstruksikan dalam posisi tegak. Semua bagian yang terdapat pada mesin frais tegak sama seperti pada mesin frais horizontal hanya saja posisi spindelnya tegak.

Kepala mesin yang tegak dapatdiputar kekiri atau ke kanan serta dapat digerakkan naik, sehingga mesin dapat digunakan untuk membuat benda kerja yang tidak dapat dilakukan dengan mesin freis datar. Mesin freis jenis sangat sesuai untuk membuat bentuk alur alur ekor burung (dovetail ), alur tanpa ujung (blind slot), alur T.




Mesin Frais Universal

Konstruksi mesin freis universal tidak berbeda dengan mesin freis datar, perbedaannya hanya terletak pada mejanya. Meja mesin dapat digeser (diputar) sehingga membentuk sudut (swivel), disamping dapat bergerak mendatar dan tegak. Oleh karena itu mesin freis universal sering digunakan untuk membuat benda kerja roda gigi spiral (heliks). Sumbu utama (spindel) gaungan bidang vertikal & horizontal.

Jadi frais universal adalah salah satu jenis mesin frais yang dapat digunakan pada posisi tegak (vertical) dan mendatar (horizontal) dan memilki meja yang dapat digeser/diputar pada kapasitas tertentu.





Perlengkapan Mesin Frais

Ragum

Benda kerja yang akan dikerjakan dengan mesin frais harus dijepit dengan kuat agar posisinya tidak berubah waktu difrais. Berdasarkan gerakannya ragum dibagi menjadi 3 jenis, antara lain: ragum biasa, ragum berputar, dan ragum universal.

Ragum Biasa

Ragum biasa digunakan untuk menjepit benda kerja yang bentuknya sederhana dan biasanya hanya digunakan untuk mengefrais bidang datar saja. Bagian bawah ragum dapat disetel posisinya sesuiai dengan posisi benda kerja yang akan difrais. Bila sudah sesuai baru kemudian diikat kuat dengan mur baut ke meja mesin freis. Adanya ikatan ini diharapkan benda kerja tidak akan mengalamai perubahan posisi saat dikerjakan dengan mesin frais.

Ragum Berputar

Ragum ini digunakan untuk menjepit benda kerja yang harus membentuk sudut terhadap spindle. Bentuk ragum ini sama dengan ragum biasa tetapi pada bagaian bawahnya terdapat alas yang dapat diputar hingga sudut 360°. Ragum ini juga diletakkan di atas meja mesin frais secara horizontal yang diikat dengan mur baut dengan kuat. Bagian tengahnya terdapat skala nonius yang dapat digunakan untuk menentukan sudut putaran yang dikehendaki.



Ragum Universal

Ragum ini mempunyai dua sumbu perputaran, sehingga dapat diatur letaknya baik secara horizontal maupun vertikal. Ragum universal dapat mengatur sudut benda kerja yang akan dikerjakan dalam berbagai posisi. Sehingga pegerjaan benda kerja dapat dari arah vertical maupun horizontal. 



Deviding Head (Kepala Pembagi)

Kepala pembagi adalah peralatan mesin frais yang digunakan untuk membentuk segi beraturan pada poros yang panjang. Pada peralatan ini biasanya dilengkapi dengan plat pembagi yang berfungsi untuk membantu pembagian yang tidak dapat dilakukan dengan pembagian langsung.





Alat ini sangat penting, khususnya diwaktu membuat suatu segi yang sama sisi pada suatu batang atau benda yang berbentuk bulat.atau yang lainnya (tidak harus bulat), misalnya segi 4, 6, 8, 10, 12 dan seterusnya. Diadalam alat ini terdapat hubungan antara roda gigi cacing dengan poros ulir cacing. Jumlah gigi pada roda gigi cacing biasanya 40 buah. Jadi perbandingan putaran antara poros dengan roda cacing adalah 40 : 1, maksudnya apabila  poros diputar 40 kali putaran, maka roda gigi cacing akan berputar 1 kali. Dengan demikian bila poros ulir cacing diputar 1 kali, maka benda kerja akan berputar 1/40 putaran. Pada poros berulir ini dipasang piring pembagi (plat index) yang mempunyai lubang-lubang kecil dengan jumlah banyak. Tetapi kedudukan lubang-lubang ini beraturan menurut garis lingkaran, dan pada tiap-tiap garis lingkaran lubang ditandai dengan tulisan angka-angka, misalnya 12, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21 dan seterusnya; di mana angka-angka tersebut menunjukkan jumlah lubang-lubang pada garis lingkaran tersebut.

Selain itu, pada ujung poros dipasang suatu batang pemutar (engkol) dan sepasang kaki jangka. Pada ujung batang pemutar dipasang pin yang berpegas, di mana ujung pin tersebut akan masuk pada lubang yang terdapat pada piring pembagi jika kedudukannya tepat. Batang pemutar dapat diatur kedudukannya sehingga ujung pin akan masuk pada lubang yang terdapat pada garis lingkaran yang dikehendaki, sedangkan kaki jangka gunanya untuk menentukan jumlah lubang yangharus ditambahkan dan kedudukan pin. Contoh 1: Jika kita akan membuat/mengefreis suatu benda bulat menjadi 8 bagian yang sama panjang sisinya, maka batang pemutar harus diputar 40 : 8 = 5 untuk setiap pergantian pengefresian. Karena hasilnya genap, maka ujung pin dapat ditempatkan di mana saja asalkan setelah diputar 5 kali, pin harus ditempatkan kembali pada tempat semula. Contoh II:

Jika batang tersebut akan difreis menjadi 15 bagian yang sama, maka caranya adalah:

Ø  Batang tersebut harus diputar 40 : 15 = 2 2/3, artinya pergantian pengefreisan adalah 2 putaran ditambah 2/3 putaran.

Ø  Carilah piring pembagi yang mepunyai lubang kelipatan dari 3, misalnya 21. Kemudian ujung pin pada batang pemutar masuk ke lubang yang terdapat garis lingkaran yang berangka 21 (mempunyai lubang 21 buah).

Ø  2/3 putaran = 2/3 x 21 = 14 bagian, 14 lubang.

Ø  Dengan demikian batang pemutar untuk satu pengefreisan haruas diputar sebanyak 2 putaran ditambah 14 lubang.

Ø  Jadi 40/15 = 2 2/3 = 2 14/21 Þ artinya 2 putaran engkol + 14 lubang pada pelat pembagi yang mempunyai jumlah lubang 21

Agar penambahan 14 lubang (kelebihan putaran) tidak selalu dihitung atau tidak terjadi kekeliruan setiap pergantian bagian yang difreis, maka jangka diatur sehingga jarak kedua kaki menjadi 14 lubang. Sehingga setiap pergantian bagian yang difreis, kaki jangka ini diputar sehingga kedudukan pin selalu tetap pada jarak putaran yang telah ditentukan.



Kepala Lepas (Tail Stock)


 Kepala lepas digunakan untuk menyangga benda kerja yang dikerjakan dengan dividing head. Sehingga waktu disayat benda kerja tidak terangkat atau tertekan ke bawah.





Arbor

Pisau pada mesin frais horizontal dipasang pada arbor yang posisinya diatur dengan pemasangan ring arbornya. Arbor jenis ini biasanya digunakan untuk mesin frais horisontal saja. Alat ini ini bentuknya bulat panjang dan sepanjang badannya beralur untuk pasak. Bagian ujung berbentuk tirus dan ujung lainnya berulir. Poros freis dilengkapi dengan cincin-cincin (collar) dan terpasang pada badang poros. Cincin ini berfungsi sebagai pengunci/pengikat pisau freis yang terpasang diantara cincin-cincin tersebut. U mumnya pisau freis yang terpasang berbentuk panjang dan ditengahnya berlubang dan beralur untuk pasak, misalnya Plain Mill Cutter , pisau freis roda gigi, atau yang lainnya.



Stub Adaptor


Bagian ini adalah tempat dudukan (pengikatan) cutter sebelum dipasang pada sarung tirus pada sumbu utama. Dipasang pada mesin freis tegak, Alat ini digunakan untuk memegang pisau freis yang pendek dan berlubang serta beralur misalnya Face Mill Cutter .



Kolet



Kolet adalah alat penjepit pisau freis yang bertangkai tirus/lurus. Bentuk alat ini bermacam-macam, tetapi prinsip kerjanya sama yaitu untuk memegang pisau freis yang berbentuk jari (End Mill Cutter).









Macam-Macam Pisau Frais

Alat potong yang digunakan pada waktu mengefreis ialah pisau freis. Umumnya bentuk pisau freis bulat panjang dan disekililingnya bergerigi yang beralur. Pada lubangnya tedapat alur untuk kedudukan pasak agar pisau freis tidak ikut berputar. Bahan pisau freis umumnya terbuat dari HSS, atau Karbida.


Cutter Mantel

Cutter jenis ini dipakai untuk mesin frais horizontal.




                     Cutter Alur Cutter

Digunakan untuk membuat alur-alur pada batang atau permukaan benda lainnya.











Cutter Modul

Cutter ini dalam satu set terdapat 8 buah. Cutter ini dipakai untuk membuat roda-roda gigi.


Cutter Radius Cekung

Cutter ini dipakai untuk membuat benda kerja yang bentuknya memiliki radius dalam (cekung)

            Cutter Radius Cembung

Cutter ini dipakai untuk membuat benda kerja yang bentuknya memiliki radius luar (cembung)





            Cutter Alur T

Alat ini hanya digunakan untuk untuk membuat alur berbentuk “T” seperti halnya pada meja mesin frais.










Cutter Ekor Burung

Cutter ini dipakai untuk membuat alur ekor burung. Cutter ini sudut kemiringannya terletak pada sudut-sudut istimewa yaitu : 30º, 45º, 60º



Cutter Endmill

Ukuran cutter ini sangat bervariasi mulai ukuran kecil sampai ukuran besar. Cutter ini biasanya dipakai untuk membuat alur pasak dan ini hanya dapat dipasang pada mesin frais vertical.











Kecepatan Potong (Cutting Speed)

Yang dimaksud dengan kecepatan potong (CS) adalah kemampuan alat potong menyayat bahan dengan aman menghasilkan tatal dalam satuan panjang /waktu (m/menit atau feet/menit). Pada gerak putar seperti mesin frais, kecepatan potong (CS) adalah keliling kali putaran atau π . d . n; di mana π adalah nilai konstansta 22/7= 3.14; d adalah diameter pisau dalam satuan milimeter dan n adalah kecepatan putaran pisau dalam satuan putaran/menit (rpm). Karena nilai kecepatan potong untuk setiap jenis bahan sudah ditetapkan secara baku (Tabel 6), maka komponen yang bisa diatur dalam proses penyayatan adalah putaran mesin/pisau. Dengan demikian rumus untuk menghitung putaran menjadi:








Karena satuan Cs dalam meter/menit sedangkan satuan diameter pisau/benda kerja dalam millimeter, maka rumus menjadi :










Dalam menentukan besarnya kecepatan potong dan putaran mesin, selain dapat dihitung dengan rumus diatas juga dapat dicari pada tabel kecepatan potong pembubutan (lihat tabel) yang hasil pembacaannya mendekati dengan angka hasil perhitungan.




Tabel Kecepatan Potong Untuk Beberapa Jenis Bahan



Menggunakan Mesin Bubut

Jumat, 03 Mei 2013
Posted by Achmad ma'ruf

MENGGUNAKAN MESIN BUBUT

mesin bubut adalah alat mesin yang digunakan terutama untuk membentuk potongan-potongan logam (dan kadang-kadang kayu atau bahan lainnya) dengan menyebabkan benda kerja yang akan diadakan dan diputar oleh mesin bubut sementara sedikit alat adalah maju ke dalam pekerjaan yang menyebabkan tindakan pemotongan. The bubut dasar yang didesain untuk memotong logam silinder saham telah dikembangkan lebih lanjut untuk menghasilkan Ulir sekrup, bekerja tapered, membuat lubang, permukaan Knurled, dan crankshafts lathes Modern. Menawarkan berbagai kecepatan rotasi dan sarana untuk secara manual dan secara otomatis memindahkan pemotongan alat dalam benda kerja. Teknisi dan toko personel pemeliharaan harus benar akrab dengan mesin bubut dan operasi perusahaan untuk mencapai perbaikan dan pembuatan bagian-bagian yang diperlukan.
JENIS LATHES
Lathes dapat dibagi menjadi tiga jenis untuk identifikasi mudah: mesin bubut, mesin bubut menara, dan mesin bubut tujuan khusus. Beberapa yang lebih kecil adalah bench terpasang dan semi-portabel. Mesin bubut lebih besar lantai terpasang dan mungkin memerlukan transportasi khusus jika mereka harus pindah dan. Field toko pemeliharaan umumnya menggunakan mesin bubut yang dapat disesuaikan dengan banyak operasi dan yang tidak terlalu besar untuk dipindahkan dari satu tempat kerja yang lain. The mesin bubut (Gambar 7-1) cocok untuk tujuan ini. Seorang operator yang terlatih dapat menyelesaikan pekerjaan lebih banyak dengan mesin bubut mesin dibandingkan dengan alat mesin lainnya. mesin bubut mesin bubut menara dan tujuan khusus biasanya digunakan dalam produksi atau kerja toko untuk produksi massal atau bagian khusus, sementara mesin bubut mesin dasar biasanya digunakan untuk semua jenis pekerjaan bubut. referensi lebih lanjut untuk mesin bubut dalam bab ini akan tentang berbagai macam mesin bubut.

ENGINE LATHES

Ukuran

Ukuran dari mesin bubut ditentukan oleh bagian terbesar dari saham yang dapat mesin. Sebelum pemesinan benda kerja, maka pengukuran berikut ini harus dipertimbangkan: diameter pekerjaan yang akan ayunan di atas ranjang dan panjang antara pusat mesin bubut (Gambar 7-1).
Kategori
Sedikit perbedaan di berbagai mesin bubut memudahkan untuk mengelompokkan mereka menjadi tiga kategori: mesin bubut bangku ringan, ruang perkakas presisi mesin bubut, dan mesin bubut kesenjangan, yang juga dikenal sebagai tipe mesin bubut ekstensi. Bubut kategori ini ditunjukkan dalam Gambar 7-2 produsen yang berbeda mungkin menggunakan mesin bubut kategori yang berbeda.
Ringan
lathes bangku Ringan umumnya mesin bubut kecil dengan ayunan 10 inci atau kurang, mount ke atas bangku atau meja,. ini kebanyakan mesin bubut dapat menyelesaikan pekerjaan namun mungkin terbatas karena ukuran bahan yang dapat diubah.
Ketelitian
lathes ruang perkakas presisi juga dikenal sebagai manufaktur mesin bubut standar dan digunakan untuk semua mesin bubut, seperti memutar, membosankan, pengeboran, reaming, memproduksi Ulir sekrup, lancip berputar, knurling, dan jari-jari membentuk, dan dapat disesuaikan untuk operasi penggilingan khusus dengan fixture yang sesuai. Jenis benda kerja bubut dapat menangani hingga 25 inci dengan diameter hingga 200 inci panjang.Namun, ukuran umum tentang ayunan 15 inci dengan 36-48 inci antara pusat-pusat. Ruang perkakas mesin bubut Banyak digunakan untuk alat khusus dan produksi mati karena akurasi yang tinggi mesin.

GAP ATAU JENIS EXTENSION MESIN BUBUT

Gap atau ekstensi-jenis mesin bubut mirip dengan mesin bubut mesin bubut toolroom kecuali bahwa kesenjangan dapat disesuaikan dengan diameter yang lebih besar lagi mesin dan benda kerja Operator dapat meningkatkan ayunan dengan memindahkan tempat tidur jauh dari headstock, yang biasanya satu atau dua kaki. Dengan geser tempat tidur jauh dari headstock, bubut kesenjangan yang dapat digunakan untuk mengubah panjang benda kerja yang sangat antara pusat-pusat.

KOMPONEN MESIN BUBUT

Engine lathes semua memiliki bagian fungsional umum yang sama, meskipun lokasi tertentu atau bentuk bagian tertentu mungkin berbeda dari satu produsen tempat tidur adalah dasar dari bagian-bagian kerja mesin bubut lain (Gambar 7-3).
Fitur utama dari konstruksi adalah cara yang terbentuk di bagian atas permukaan dan menjalankan panjang penuh dengan tempat tidur.
Cara menyediakan sarana untuk memegang tailstock dan kereta, yang slide sepanjang jalan, sejalan dengan headstock terpasang permanen
headstock ini terletak di ujung sebelah kiri operator bubut tempat tidur. Ini berisi poros utama dan reservoir minyak dan gearing mekanisme untuk memperoleh berbagai kecepatan spindel dan untuk transmisi daya untuk memberi makan dan threading mekanisme. Mekanisme headstock digerakkan oleh motor listrik terhubung baik untuk sabuk atau sistem katrol atau sistem diarahkan. Poros utama adalah terpasang pada bantalan di headstock dan mengeras dan tanah khusus agar sesuai dengan perangkat memegang bubut berbeda. spindle memiliki lubang panjang untuk mengakomodasi seluruh panjang benda kerja. Lubang di hidung spindle biasanya memiliki standar lancip Morse yang bervariasi dengan ukuran mesin bubut. Pusat, collets, chuck bor, bor pisau runcing dan reamers dapat dimasukkan ke dalam kumparan. Chucks, piring drive, dan mungkin faceplates screwed ke spindle atau dijepit ke hidung spindle.
tailstock ini terletak di ujung dari mesin bubut dari headstock. Ini mendukung salah satu ujung bekerja ketika mesin antara pusat, mendukung potongan panjang diadakan di chuck, dan memegang berbagai bentuk alat pemotong, seperti latihan, reamers, dan PDAM. tailstock ini dipasang pada cara dan dirancang untuk dijepit pada setiap titik di sepanjang jalan. Ia memiliki poros geser yang dioperasikan oleh roda tangan dan dijepit pada posisi dengan cara klem spindle. tailstock mungkin disesuaikan lateral (ke arah atau menjauh dari operator) dengan menyesuaikan sekrup. Perlu unclamped dari cara sebelum disesuaikan lateral dibuat, karena hal ini akan memungkinkan tailstock untuk dipindahkan secara bebas dan mencegah kerusakan pada sekrup lateral penyesuaian.
Gerbong itu meliputi apron, sadel, istirahat majemuk, slide lintas, pos alat, dan alat kerjanya. Ia duduk di seberang jalan bubut dan di depan tempat tidur bubut. Fungsi kereta ini adalah untuk membawa dan memindahkan alat kerjanya. Hal ini dapat dipindahkan dengan tangan atau dengan kekuasaan dan dapat dijepit ke posisi dengan mur pengunci. Pelana membawa slide salib dan senyawa lainnya. Slide silang yang dipasang di jalan pas di atas pelana dan dipindahkan bolak-balik pada suhu 90 ° dengan sumbu mesin bubut oleh sekrup memimpin slide lintas. Sekrup dapat memimpin tangan atau kekuasaan diaktifkan. A feed membalikkan tuas, terletak di kereta atau headstock, dapat digunakan untuk menyebabkan kereta dan slide salib untuk membalikkan arah perjalanan. Sisanya senyawa sudah terpasang pada slide salib dan dapat berputar dan dijepit pada setiap sudut pada bidang horizontal. Sisanya senyawa digunakan secara luas di pemotongan sudut kemiringan yang curam dan untuk pusat mesin bubut. Alat pemotong dan pemegang alat dijamin di pos alat yang dipasang secara langsung ke seluruh kompleks. celemek ini terdiri dari gigi dan kuku-kuku pakan yang mengirimkan gerakan dari batang feed atau sekrup menyebabkan dan cross slide kereta.

CARE DAN PEMELIHARAAN MESIN

Lathes mesin alat-alat yang akurat sangat dirancang untuk beroperasi di sekitar jam jika benar dioperasikan dan dipelihara. Lathes harus dilumasi dan diperiksa untuk penyesuaian sebelum operasi. pelumasan yang tidak benar atau mur dan baut longgar dapat menyebabkan keausan yang berlebihan dan kondisi operasi berbahaya.
Cara bubut yang presisi permukaan tanah dan tidak harus digunakan sebagai meja untuk alat-alat lain dan harus tetap bersih dari pasir dan tanah. Sekrup memimpin dan gigi harus diperiksa sering untuk setiap chip logam yang dapat diajukan dalam mekanisme gearing. Periksa mesin bubut setiap sebelum operasi untuk setiap bagian yang hilang atau paku geser rusak. Lihat operator instruksi sebelum mencoba untuk mengangkat bubut apapun. Diinstal mesin bubut baru atau mesin bubut yang diangkut dalam kendaraan mobile harus benar diratakan sebelum operasi untuk mencegah getaran dan goyangan . Setiap lathes yang diangkut keluar dari lingkungan toko yang normal harus dilindungi dari debu, panas yang berlebihan, dan kondisi yang sangat dingin itu. Pelumas Ubah sering jika bekerja dalam kondisi berdebu. Dalam wilayah kerja panas, gunakan perawatan untuk menghindari overheating motor atau merusak segel apapun. Mengoperasikan mesin bubut dengan kecepatan lebih lambat dari normal ketika bekerja di lingkungan yang dingin.

KESELAMATAN
Semua operator mesin bubut harus selalu sadar akan bahaya keamanan yang berhubungan dengan menggunakan mesin bubut dan harus mengetahui tindakan keselamatan semua untuk menghindari kecelakaan dan cedera.Kecerobohan dan kebodohan merupakan dua ancaman besar bagi keselamatan pribadi. bahaya lain dapat mekanis terkait untuk bekerja dengan mesin bubut, seperti perbaikan mesin yang tepat dan setup. Beberapa tindakan pencegahan keselamatan penting untuk diikuti jika menggunakan mesin bubut adalah:
gaun yang benar adalah penting, menghapus cincin dan jam tangan, lengan roll di atas siku.
Selalu berhenti bubut sebelum melakukan penyesuaian.
Jangan mengubah kecepatan mesin bubut spindle sampai datang untuk berhenti sama sekali.
Menangani tajam pemotong, pusat, dan latihan dengan benar.
Hapus membuang kunci dan kunci pas sebelum operasi
Selalu memakai pelindung mata

 http://maskub.wordpress.com/2010/05/21/menggunakan-mesin-bubutlathes/
Welcome to My Blog

Popular Post

Blogger templates

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

About Me

Followers

Blogger news

Blogger templates

- Copyright © operasi mesin -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -